Skip to content

penyesalan seorang gay

November 10, 2011
tags:

Inilah kisahku… kisah yang justru mungkin kan kusesali seumur
hidup….sangat kusesali…. Jika aku dapat membuat keajaiban maka aku berharap
dapat mengembalikan waktu yang tlah kuhancurkan. Jika aku diberikan kesempatan untuk kembali ke masa
lalu,maka aku akan mengambil kesempatan itu,dan
memperbaiki semuanya betapapun aku harus
membayarnya dengan sisa hidupku. Kisah ini berawal ketika aku dipertemukan dengan
yos,sahabat dari teman nongkrongku,al, beberapa bulan
yang lalu. Sebelumnya yos bekerja di luar kota, dan dari al aku
sedikit tau tentang yos,karna seringnya al bercerita
tentang yos. Aku betul-betul mengenal yos ketika ia kembali dari
perantauan. Tapi bagiku ga ada yang menarik,biasa
saja.toh aku juga bukan tipe orang yang suka memilih-
milih teman.jadi seperti terhadap al atupun teman-teman
yang lain yos pun kuperlakukan biasa saja. Semenjak kedatangan yos,al menjadi semakin jarang
berkumpul bersama kami,waktunya tersita habis untuk
yos. Kalaupun ia bergabung dengan kami, pasti selalu
datang bersama yos. Sebetulnya agak merasa kehilangan sih,soalnya tanpa al
suasana jadi tak begitu semarak. Cuma dia diantara kami
yang mempunyai candaan yang menyegarkan. Tapi sudahlah…al sama yos mungkin membutuhkan
waktu lebih untuk bersama,melepas kangen setelah lama
berpisah. Tak ada kecurigaan sedikitpu dalam hatiku
akan keintiman mereka,ku fikir semuanya masih cukup
wajar. Mungkin mereka emang soulmate. Toh aku juga punya sahabat yang sangat dekat
denganku, Semakin lama aku semakin mengenal yos,karna
seringnya al mengajak yos bergabung bersama kami. Lagipula jarak rumahku dengan yos jau lebih dekat dari
jarak rumahku dengan al ataupun jarak rumahnya yos
dengan al. Dan harus ku akui, yos orangnya memang cukup
asyik,wajar kalau selama ini al begitu nyaman didekat
yos,fikirku saat itu. Tapi sama seperti al,terhadapku atau terhadap yang lain
yos paling sering bercerita tentang al, saat al tak ada
diantara kami. Hal itu membuatku semakin yakin kalau
mereka berdua memang soulmate. Tapi sesuatu terjadi…. Entah kenapa,semakin sering aku bertemu yos aku
semakin ingin selalu berdekatan dengannya. Aku merasa
nyaman berada didekatnya. Tanpa aku sadari aku begitu
memuja yos. Aku suka cara bicaranya,aku suka cara
berjalannya,aku suka cara berfikirnya,bahkan gerak
bibirnya ketika berbicara pun aku suka. Entah kenapa aku jadi cemburu setiap kali aku melihat al
dan yos berbarengan. Sekuat mungkin kusangkal hatiku. Kuyakinkan diriku
kalau aku sekedar iri karna aku tak bisa seakrab itu
dengan sahabatku sendiri sekalipun. Tapi semakin kusangkal,semakin tak dapat kubendung
hatiku untuk selalu dekat dengan yos. Dan semakin lama
aku semakin cemburu karna hampir tiap saat yos
memamerkan keakrabannya dengan al. Setiap ada kesempatan yos selalu memanjakan
al,merangkulnya, memperhatikannya,dan bahkan saat sedang tak bersama
al pun yos hampir tak pernah absen bercerita tentang al.
Bahkan cerita tentang al sampe mengalah kan cerita
tentang wanita-wanita yang sedang didekati oleh yos. Kadang terfikir kalau sebenarnya mereka lebih dari
sekedar bersahabat,tapi dugaan itu seakan terpatahkan
sendiri oleh kenyataan yang menunjukan kalau
ceweknya yos ada dimana-mana. Dan al pun demikian,meskipun belum pernah tau yang
mana orangnya hampir setiap malam al telpon-telponan
dengan ceweknya. Aku yang di landa kebimbangan akhirnya memilih diam.
Menjadi penonton yang baik dalam pertunjukan
kemesraan al dan yos. Aku harus sadar,bahwa tak ada
celah kosong diantara mereka yang bisa membuatku
atau orang lain masuk. Jujur aku merasa sakit,terlabih
semakin lama mereka semakin intim saja. Tak jarang aku pergoki mereka sedang bertatapan cukup
mesra (menurutku). Bukan sekali dua kali kudapati al
sedang bersandar manja dalam rangkulan yos. Atau
bahkan ketika sedang berboncengan di motorpun yos
tak pernah melepas pelukannya dipinggang al dan
menyandarkan kepalanya dipundak al,hingga ketika al memalingkan sedikit saja wajahnya kesamping maka pipi
mereka bersentuhan. Malah kadang tanpa sungkan yos
mencium pipinya al. Hingga kadang pernah terlintas tanya dalam
hatiku,pernahkah mereka melakukan hal yang lebih dari
itu ketika sedang berduaan…. Semakin lama semakin tak dapat kukontrol hatiku untuk
terus berdekatan dengan yos. Aku sendiri juga bingung dengan apa yang terjadi
dengan diriku,aku merasa belum pernah seperti itu. dengan pacarku sekalipun aku cukup seminggu sekali
bertemu,itupun tuntas dalam beberapa jam saja. Tanpa kusadari,aku semakin berusaha mencari selah agar
aku bisa menyelinap masuk diantara hubungan al dan
yos. setiap ada kesempatan aku selalu berusaha
memancing-mancing yos untuk membicarakan
kejelekannya al,tau sebaliknya. Tapi hasilnya nihil,baik yos maupun al sama sekali tak
pernah membeberkan kejelekan salah satunya terhadap
orang lain. Dan itu cukup membuatku mengusap
dada,sekuat mungkin menahan kesabaran sekaligus
kecemburuan… Entahlah…aku sampai tak habis fikir hal apa sih yang
sebetulnya telah mereka lalui hingga mereka begitu
saling ketergantungan satu sama lainnya. Hingga untuk mencintai seorang wanita pun yos slalu
minta izin pada al. Bahkan yos pernah memutuskan
pacarnya yang belum sampai seminggu jadian karna
secara ga sengaja pacarnya yos menyinggung perasaan
al. Yos pun rela menghabiskan sebagian uang gajinya untuk
membelikan al sesuatu yang sebetulnya al tidak
butuhkan. Padahal selama ini yos terkenal cukup pelit. Dan al sendiri bisa berubah menjadi seperti orang yang
tak kukenal kalau sudah menyangkut segala sesuatu
yang berhubungan dengan yos. Al rela ga nonton
pertandingan bola favoritnya hanya gara-gara yos
ngebet pengen makan bakso,padahal pertandingan
bolanya sebentar lagi dimulai. Demi yos, al pernah rela bolos kerja karna yos minta
diantar ke rumah saudaranya di kecamatan sebelah
karna ada urusan yang harus diselesaikan. demi yos pun al rela mengabaikan rasa capeknya karna
seharian kerja,dan malamnya begadang menunggui
yos,ketika yos sedang sakit. Dan memang…yos tak begitu ceria ketika al tak
ada,begitu jua sebaliknya. Al lebih cendrung diam jika tak
ada yos. Dan gilanya…semakin aku banyak tau tentang
mereka,semakin kuat pula keinginan untuk menyelinap
masuk diantara kemesraan mereka. Mungkin lebih
tepatnya aku ingin merasakan gimana rasanya menjadi al
yang selalu dimanja oleh yos. Hingga suatu hari kesabaranku berbuah hasil. Aku terus menggiring al untuk terus membicarakan yos
saat ada kesempatan ngobrol berdua. Berharap kali ini al mau menjelek-jelekan yos didepanku. Tapi kenyataan berkata lain,al sama sekali tak terpancing
untuk membicarakan kejelakan yos. Dan tanpa kuduga al
malah mengungkapkan perasaannya terhadap yos,aku
tak tau apa al menyadari ucapannya atau hanya sekedar
terbawa suasana,tapi sampai saat ini pasih terngiang jelas
apa yang al katakan ”ga tau kenapa sob…aku gila mungkin ya,tapi yang pasti aku sangat sayang sama
yos…Aneh ya???” Dan aku saat itu hanya tersenyum saja.dan sebelum
sempat al melanjutkan ucapannya,teman-teman yang
lain berdatangan. Terputuslah sampai disitu obrolanku
dengan al. Agak kecewa memang,tapi biarlah. Lain kali pasti akan
ada kesempatan lagi.paling tidak aku sudah mendapat
titik terang akan kedekatan al dengan yos. Aku hanya berharap dengan mengetahui lebih banyak
bisa mempermudah diriku untuk bisa masuk diantara
mereka. Dan rupanya kesempatan itu datang kembali disaat aku
justru belum memikirkannya sama sekali. Suatu sore seperti biasa kami selalu berkumpul. Dan
seperti biasa pula kalau sudah bertemu al sama yos pasti
akan lengket seperti amplop sama prangko. Asal sudah
berdua pasti akan asyik sendiri dan lupa pada
dunia,bahkan disaat teman-teman yang lain meledek
kemesraan kalian pun kalian tetap tak peduli,bahkan dengan cueknya malah semakin menunjukkan
kemesraan. Yang tanpa mereka sadari tlah membuat
hatiku terluka. Terlebih saat harus kusaksikan kalian
berdua berciuman bibir. Aku tak tau bagaimana mulanya karna akau terlalu sibuk
menetralisir hatiku yang dipenuhi rasa cemburu. Tapi sebelumnya sempat kulihat beberapa kali yos
menghembuskan asap rokoknya tepat diwajah al yang
bukan seorang perokok. Hingga pada akhirnya al secara
nekad mencium bibirnya yos. aku lihat setelah ciuman kalian malah seperti orang baru
kenal,canggung dan gugup.Saat itu aku hanya diam tak
berkomentar apa-apa,yang pasti hatiku semakin terluka
oleh cemburu. Dan esoknya aku mendapatkan kesempatan ngobrol
berdua dengan yos. Setelah ngobrol ngaler ngidul
akhirnya kutanyakan seberapa sayang yos sama al, dan
yos pun dengan santai menjawab ”ya sayang banget
lah…kamu ga tau sih hal apa saja yang udah kita lewati
bersama…” Aku yang panas hati mendengar jawaban yos tanpa
terkontrol malah berkata ”apa jangan-jangan kalian
pacaran lagi,bukan cuma sekedar bersahabat. Masa kalau
cuma sahabatan sampe ciuman bibir???,aku saja sama
pacarku belum pernah ciuma di tempat umum” dan
seketika raut muka yos berubah,meski sempat menjawab ”biasa aja atuh…masa sama temen sendiri ga boleh
ciuman??” aku terdiam mendengar jawaban yos,bukan karna aku
puas dengan jawaban yos,tapi lebih karena menahan
cemburu,karna semakin kusadari betapa aku ingin berada
dalam posisi dimana al berada. Satu hal yang tak terduga dari kejadian beberapa hari
yang lalu,saat yos dan al berciuman. keduanya kini jadi canggung saat bertemu. Bahkan malah terlihat sangat gugup. aku tak tau apa
masalahnya. Apa karna efek dari ciuman tempo hari??
apa karna efek dari obrolanku dengan yos kemarin??? Apa mungkin ada penyebab yang lain??? beberapa kali sempat kulihat al mendekati yos dan
mengajaknya berbicara,tapi yos malah menghindar. aku
heran tapi kalau lebih jujur aku menikmati keadaan
seperti ini. Beberapa hari berlalu keadaan masih tetap tak
berubah,malah semakin memburuk.yos bahkan sudah
tak mau berbicara lagi dengan al. Meski berusaha
disamarkan,namun tetap saja al maupun yos tak dapat
menyembunyikan kesedihannya. Aku tau mereka saling merindukan,tapi aku tak mengerti
mengapa mereka masih belum akrab seperti biasanya. Kalau boleh jujur sih sebetulnya aku merasa bersalah
atas ucapanku terhadap yos tempo hari,tapi tak dapat
kupungkiri aku bahagia karna sekarang aku mempunyai
waktu lebih banyak untuk ngobrol berdua dengan yos.
Meski tiap saat yang yos ceritakan dari al ke al saja. Tapi
aku harus bersabar,suatu hari pasti akn berhenti sendiri. Sedangkan al,aku tak tau atau lebih tepatnya tak peduli
dengan apa yang terjadi padanya. Kuharap ia menyerah
dan tak berusaha meminta penjelasan lagi pada yos. Dan
sampai kini al tak pernah lagi memunculkan batang
hidungnya di antara kami. dan sekarang tlah hampir sebulan al tak pernah muncul
dan bergabung lagi bersama kami. Seharusnya aku
bahagia,karna itu berarti aku bisa dengan leluasa dekat
dengan yos tanpa takut tersaingi siapapun. Tapi aku
salah perhitungan,meskipun yos mulai terbuka padaku,
dalam beberapa hal yos lebih sering menghindariku dan berusaha menjaga jarak denganku Dan tak jarang, ia mengeluh karna tak ada al yang bisa
membantunya.padahal aku sudah sekuat tenaga
membantu yos. Sering pula ku temukan yos sedang
menatap layar hapenya dengan pandangan kosong. Aku
bisa menduga kalau yos sedang rindu berat pada al dan
berharap tiba-tiba al menghubunginya. hampir putus asa aku dibuatnya. Tlah hampir segala cara kulakukan,tapi nyatanya silit
sekali bisa akrab dengan yos. Bahkan lebih sulit dari
ketika al masih ada dan bergabung bersama kami. Bahkan sekarang sekalipun yos tak pernah membalas tau
mengangkat telpon dan smsku. Aku sedih….bukan hanya karna aku gagal untuk bisa
akrab dengan yos.lebih dari itu,aku sedih karna tiba-tiba
kusadari kalau memang persahabatan mereka sulit untuk
dipisahkan.dan aku menjadi salah satu perusaknya.
Bahkan saat secara fisikpun mereka berpisah,tapi ruang
hatinya tak juga dikosongkan,hingga tak ada tempat yang bisa diisi oleh orang lain…. Rasa bersalahku semakin menjadi saat berkali-kali ku
temuai yos sedang menatap hapenya sambil menitikkan
air mata. Aku yang penasaran berusaha tuk mencari tau,hungga
pada saat yos tidur,diam diam kuambil hapenya dan
kubuka setiap folder yang ada,mencari apa yang dilihat
yos hingga membuat yos menangis. Terhenyak aku dibuatnya saat aku temukan apa yang
kucari.Sebuah sms dari al tersimpan khusus di folder
pribadi dengan nama folder ”from my heart” ~… dan bagian terberat yang harus aku lalui adalah
menerima kenyataan bahwa aku harus melanjutkan
hidupku tanpa kamu dengan 1000 kenangan yang kau
patri erat dalam hatiku…suka dan duka.mungkin bagimu
tiada artinya hingga tanpa ampun kau campakkan begitu
saja. entahlah bagaimana harus mengatakannya tapi harus
kau tau,kesedihan ini mencapai batas tertinggi saat tiba-
tiba kau menjauhiku…memusuhiku…tanpa mengatakan
apa salahku. Hingga kadang terfikir bahwa dimatamu aku tak lebih
dari seonggok sampah yang menjijikan yang harus kau
singkirkan jauh-jauh karna tak lagi kau butuhkan. Makasih untuk semuanya,bagiku kamu tetap sahabat
terbaikku. Al. ……~ Ya allah…tak terasa menetes air mataku membaca sms
tsb. Aku tak menyangka sedalam itu perasaan mereka. Meski tak menemukan jawaban apa yang yos kirim pada
al,tapi melihat cara yos menyimpan pesan ini yang begitu
istimewa aku bisa tau kalau ini begitu berharga baginya. Aku memang tak berbuat banyak,tapi aku sadari meski
sedikit aku tlah membuat kesalahan besar karna terlalu
terobsesi untuk masuk dalam kehidupan mereka. Aku menyesal….sungguh menyesal… Apapun akan kulakukan agar al dan yos bisa akrab
kembali seperti dulu…aku janji… Mungkin tak akan seutuh dulu,tapi aku yakin akan tetap
indah…. …….teruntuk kedua sahabat yang tlah

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: