Skip to content

PUNYA KAKEK JUGA

Juni 7, 2011

Seorang penjual topi
berjalan melintasi hutan.
Karena cuaca panas, ia
memutuskan beristirahat
sejenak dibawah sebuah
pohon besar. Sebelum
merebahkan diri, ia
meletakkan keranjang
berisi topi-topi dagangan
disampingnya. Beberapa
jam ia terlelap dan
terbangun oleh suara-
suara ribut.
Hal pertama yang
disadarinya adalah bahwa
semua topi dagangannya
telah hilang. Kemudian ia
mendengar suara
monyet-monyet di atas
pohon. Ia mendongak
keatas dan betapa
terkejutnya ia melihat
pohon itu penuh dengan
monyet. Yang semuanya
mengenakan topi-topinya.
Penjual topi itu terduduk
dan berpikir keras
bagaimana caranya ia bisa
mendapatkan kembali
topi-topi dagangannya
yang sedang dibuat main-
main oleh monyet-
monyet itu. Ia berpikir dan
berpikir, dan mulai
menggaruk-garuk
kepalanya. Ternyata
monyet-monyet itu
menirukan tingkah
lakunya. Kemudian, ia
melepas topinya dan
mengipas-ngipaskan ke
wajahnya. Ternyata
monyet-monyet itu pun
melakukan hal yang sama.
Aha..! Ia pun mendapat
ide..! Lalu ia membuang
topinya ke tanah, dan
monyet-monyet itu juga
membuang topi-topi di
tangan mereka ke tanah.
Segera saja si penjual itu
mengumpulkan dan
mendapatkan kembali
semua topi-topinya. Ia
pun melanjutkan
perjalanannya.
Lima puluh tahun
kemudian, cucu dari si
penjual topi itu juga
menjadi seorang penjual
topi juga dan telah
mendengar cerita tentang
monyet-monyet itu dari
kakeknya. Suatu hari,
persis seperti kakeknya, ia
melintasi hutan yang
sama. Ia beristirahat di
bawah pohon yang sama
dan meletakkan keranjang
berisi topi-topi dagangan
di sampingnya. Ketika
terbangun iapun
menyadari kalau monyet-
monyet dipohon tersebut
telah mengambil semua
topi-topinya.
Ia pun teringat akan cerita
kakeknya. Ia mulai
menggaruk-garuk kepala,
dan monyet-monyet itu
menirukannya. Ia melepas
topinya dan mengipas-
ngipaskan ke wajahnya,
monyet-monyet itu masih
menirukannya. Nah,
sekarang ia merasa yakin
akan ide kakeknya.
Kemudian ia melempar
topinya ke tanah. Tapi kali
ini ia yang terkejut, karena
monyet-monyet itu tidak
menirukannya dan tetap
memegangi topi-topi itu
erat-erat.
Kemudian, seekor monyet
turun dari pohon,
mengambil topi yang
dilemparkan oleh cucu
penjual topi itu, lalu
menepuk bahunya sambil
berkata,
“Emangnya cuman elo aja
yang punya kakek…?”

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: