Skip to content

KUTUKAN RAJA PULAU MINTIN

Juni 7, 2011

Pada zaman dahulu,
terdapatlah
sebuahkerajaan di Pulau
Mintin daerah Kahayan
Hilir,Kalimantan Tengah.
Kerajaan itu sangat
terkenal akan kearifan
rajanya. Akibatnya,
kerajaan itu menjadi
wilayah yang tenteram
dan makmur.
Pada suatu hari,
permaisuri dari raja
tersebut meninggal dunia.
Sejak saat itu raja menjadi
murung dan nampak
selalu sedih. Keadaan ini
membuatnya tidak dapat
lagi memerintah dengan
baik. Pada saat yang
sama, keadaan kesehatan
raja inipun makin makin
menurun. Guna
menanggulangi situasi itu,
raja berniat untuk pergi
berlayar guna menghibur
hatinya.
Untuk melanjutkan
pemerintahan maka raja
itu menyerahkan tahtanya
pada kedua anak
kembarnya yang bernama
Naga dan Buaya. Mereka
pun menyanggupi
keinginan sang raja. Sejak
sepeninggal sang raja,
kedua putranya tersebut
memerintah kerajaan.
Namun sayangnya
muncul persoalan
mendasar baru.
Kedua putra raja tersebut
memiliki watak yang
berbeda. Naga
mempunyai watak negatif
seperti senang berfoya-
foya, mabuk-mabukan
dan berjudi. Sedangkan
buaya memiliki
watak positif seperti
pemurah, ramah tamah,
tidak boros dan suka
menolong.
Melihat tingkah laku si
Naga yang selalu
menghambur-hamburkan
harta kerajaan, maka si
Buaya pun marah. Karena
tidak bisa dinasehati maka
si Buaya memarahi si
Naga. Tetapi rupaya naga
ini tidak mau mendengar.
Pertengkaran itu berlanjut
dan berkembang menjadi
perkelahian. Prajurit
kerajaan menjadi terbagi
dua, sebahagian memihak
kepada Naga dan sebagian
memihak pada Buaya.
Perkelahian makin dahsyat
sehingga memakan
banyak korban.
Dalam pelayarannya, Sang
raja mempunyai firasat
buruk. Maka ia pun
mengubah haluan
kapalnya untuk kembali ke
kerajaanya. Betapa
terkejutnya ia ketika
menyaksikan bahwa
putera kembarnya telah
saling berperang. Dengan
berang ia pun
berkata,”kalian telah
menyia-nyiakan
kepercayaanku. Dengan
peperangan ini kalian
sudah menyengsarakan
rakyat. Untuk itu terimalah
hukumanku. Buaya jadilah
engkau buaya yang
sebenarnya dan hidup di
air. Karena kesalahanmu
yang sedikit, maka engkau
akan menetap di daerah
ini. Tugasmu adalah
menjaga Pulau Mintin.
Sedangkan engkau naga
jadilah engkau naga yang
sebenarnya. Karena
kesalahanmu yang besar
engkau akan tinggal di
sepanjang Sungai Kapuas.
Tugasmu adalah menjaga
agar Sungai Kapuas tidak
ditumbuhi Cendawan
Bantilung.”
Setelah
mengucapkan kutukan itu,
tiba-tiba langit gelap dan
petir menggelegar. Dalam
sekejap kedua putranya
telah berubah wujud. Satu
menjadi buaya. Yang
lainnya menjadi naga.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: