Skip to content

DIGODA SI CANTIK PENUNGGU PERAPATAN

Juni 7, 2011

Lima belas tahun yang
lalu, tatkala aku hendak
pulang kuliah dari lokasi
kampus yang berada di
kawasan Sampangan,
Semarang seringkali aku
melakukan kegiatan rutin,
yakni mampir dulu untuk
sekedar mencari hiburan.
Waktu itu, waktunya agak
malam dikit, kebetulan ada
kuliah umum sehingga
rada lama selesainya.
Kebetulan malam itu film
di bioskop di kawasan
Metro cukup mengundang
filmnya. Akhirnya lepas
kuliah yang satu, yang
satu ke perkuliahan lainnya
maksudnya nonton
bioskop.
Pertunjukan dimulai jam
10.00 malam, dan film
yang diutar cukup
menegangkan. Sekitar 100
menit jantung ini dibuat
ngap-ngap’an menikmati
adegan film. Kelar nonton,
buru-buru ngejar
omprengan alias angkutan
umum pengganti di waktu
malam.
Saat itu, aku menunggu
omprengan di depan
perempatan Peterangan
yang cukup
lenggang karena udah
hampir jam 12 malam.
Cuma beberapa orang
yang berseliweran,
tampak juga mobil-mobil
yang biasa lalu-lalang
cukup padat, malam itu
hanya ada beberapa saja
yang melintas.
Pikiran sudah melayang
entah kemana bersamaan
asap rokok yang
mengepul dari mulut.
Beberapa menit berselang
ada suara halus
menegurku dari belakang,
cukup mengagetkan
memang. Tapi di satu sisi
seperti percaya gak
percaya ternyata dia
wanita muda putih dan
cantik. Lalu kita memulai
percakapan dengan
beberapa pertanyaan,
“Mau kemana mas,” tanya
lembut
“Karangayu,” jawabku
sopan banget deh
“Kamu sendiri kemana
mbak, ” tanyaku
kemudian.
“Tanjungmas, mau
nganter ” tawarnya penuh
mempesona
“Kenapa nggak!”
Nggak lama kemudian,
kami menuju angkutan
tujuan ke Tanjungmas,
aneh tiba-tiba saja
kendaraan itu melaju,
meskipun tidak ada
penumpang lain, tapi aku
nggak perduli yang ada
hanya kebanggaan yang
luar biasa, ternyata orang
seperti aku bisa juga
berkenalan dengan wanita
cantik seperti dia.
Anehnya, hanya dalam
hitungan menit, kami
sampai di pintu pelabuhan
Tanjungmas. Sampailah
kami berdua kesuatu
tempat, dimana di sana
ada gardu listrik yang
besar dan jalan masuk ke
sebuah perkampungan
yang sunyi, kamipun
akhirnya tiba di rumah si
cantik itu.
Tiba di rumah, aku
disuguhi beberapa potong
kue dan air minum, tapi
semuanya tak
kuperdulikan karena mata,
tangan dan tatapan ini tak
mau lepas darinya. Seperti
tersadar aku beristighfar.
Lantas aku segera pamit
pulang, tapi si wanita
cantik itu menahanku
dengan keras.
Tapi aku tak mau kalah,
dengan berbagai cara aku
harus segera
meninggalkan rumah itu.
Terus-menerus mulutku
berkomat kamit
mengucapkan Asma
Allah. Namun saat
pulang aku menjadi
kebingungan. Jalan yang
tadi ternyata areal
pertambakan dan semak
belukar. Meski panik, aku
terus beristighfar,
Alhamdulillah ada suara
adzan, dan tidak lama
kemudian aku melihat
lampu jalanan di seberang
yang menandakan
menuju jalan pulang.
Alhamdulillah berkat suara
adzan aku selamat dari
sergapan hantu wanita
tersebut

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: