Skip to content

ASAL USUL TELAGA WARNA

Juni 7, 2011

Zaman dahulu, ada
sebuah kerajaan di Jawa
Barat bernama
Kutatanggeuhan.
Kutatanggeuhan
merupakan kerajaan yang
makmur dan damai.
Rakyatnya hidup tenang
dan sejahtera karena
dipimpin oleh raja
yangbijaksana. Raja
Kutatanggeuhan bernama
Prabu Suwartalaya dan
permaisurinya bernama
Ratu Purbamanah. Raja
dan ratu sangant bijaksana
sehingga kerjaan yang
dipimpin makmur dan
tenteram.
Semua sangat
menyenangkan.
Sayangnya, Prabu dan
istrinya belum memiliki
anak. Itu membuat
pasangan kerajaan itu
sangat sedih. Penasehat
Prabu menyarankan, agar
mereka mengangkat anak.
Namun Prabu dan Ratu
tidak setuju.“Buat kami,
anak kandung adalah lebih
baik dari pada anak
angkat,” sahut mereka.
Ratu sering murung dan
menangis. Prabu pun ikut
sedih melihat istrinya. Lalu
Prabu pergi
ke hutan untuk bertapa. Di
sana sang Prabu terus
berdoa, agar dikaruniai
anak.
Beberapa bulan kemudian,
keinginan mereka terkabul.
Ratu pun mulai hamil.
Seluruh rakyat di kerajaan
itu senang sekali. Mereka
membanjiri istana dengan
hadiah.
Sembilan bulan kemudian,
Ratu melahirkan seorang
putri yang diberinama
Gilang Rukmini .
Penduduk negeri pun
kembali mengirimi putri
kecil itu aneka hadiah. Bayi
itu tumbuh menjadi anak
yang lucu. Belasan tahun
kemudian, ia sudah
menjadi remaja yang
cantik.
Prabu dan Ratu sangat
menyayangi putrinya.
Mereka memberi putrinya
apa pun yang dia
inginkan. Namun itu
membuatnya menjadi
gadis yang manja. Kalau
keinginannya tidak
terpenuhi, gadis itu akan
marah. Ia bahkan sering
berkata kasar. Walaupun
begitu, orangtua dan
rakyat di kerajaan itu
mencintainya.
Hari berlalu, Putri pun
tumbuh menjadi gadis
tercantik di seluruh negeri.
Dalam beberapa hari, Putri
akan berusia 17 tahun.
Maka para penduduk di
negeri itu pergi ke istana.
Mereka membawa aneka
hadiah yang sangat indah.
Prabu mengumpulkan
hadiah-hadiah yang
sangat banyak itu, lalu
menyimpannya dalam
ruangan istana. Sewaktu-
waktu, ia bisa
menggunakannya untuk
kepentingan rakyat.
Prabu hanya mengambil
sedikit emas dan permata.
Ia membawanya ke ahli
perhiasan.“Tolong,
buatkan kalung yang
sangat indah untuk
putriku,” kata Prabu.
“Dengan senang hati,
Yang Mulia,” sahut ahli
perhiasan. Ia lalu bekerja d
sebaik mungkin, dengan
sepenuh hati. Ia ingin
menciptakan kalung yang
paling indah di dunia,
karena ia sangat
menyayangi Putri.
Hari ulang tahun pun tiba.
Penduduk negeri
berkumpul di alun-alun
istana. Ketika Prabu dan
Ratu datang, orang
menyambutnya dengan
gembira. Sambutan
hangat makin terdengar,
ketika Putri yang cantik
jelita muncul di hadapan
semua orang. Semua
orang mengagumi
kecantikannya.
Prabu lalu bangkit dari
kursinya. Kalung yang
indah sudah dipegangnya.
“Putriku tercinta, hari ini
aku berikan kalung ini
untukmu. Kalung ini
pemberian orang-orang
dari penjuru negeri.
Mereka sangat
mencintaimu. Mereka
mempersembahkan
hadiah ini, karena mereka
gembira melihatmu
tumbuh jadi dewasa.
Pakailah kalung ini, Nak,”
kata Prabu.
Putri menerima kalung itu.
Lalu ia melihat kalung itu
sekilas.“Aku tak mau
memakainya. Kalung ini
jelek!” seru Putri.
Kemudian ia melempar
kalung itu. Kalung yang
indah pun rusak. Emas
dan permatanya tersebar
di lantai.
Itu sungguh mengejutkan.
Tak seorang pun
menyangka, Putri akan
berbuat seperti itu. Tak
seorang pun bicara.
Suasana hening. Tiba-tiba
meledaklah tangis Ratu
Purbamanah. Dia sangat
sedih melihat kelakuan
putrinya.Akhirnya semua
pun meneteskan air mata,
hingga istana pun basah
oleh air mata mereka.
Mereka terus menangis
hingga air mata mereka
membanjiri istana, dan
tiba-tiba saja dari dalam
tanah pun keluar air yang
deras, makin lama makin
banyak. Hingga akhirnya
kerajaan Kutatanggeuhan
tenggelam dan terciptalah
sebuah danau yang
sangat indah.
Di hari yang cerah, kita
bisa melihat danau itu
penuh warna yang indah
dan mengagumkan.
Warna itu berasal dari
bayangan hutan,
tanaman, bunga-bunga,
dan langit di sekitar telaga.
Namun orang
mengatakan, warna-
warna itu berasal dari
kalung Putri yang tersebar
di dasar telaga.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: