Skip to content

cerita perkembangan facebook

Juni 6, 2011

Facebook diluncurkan
pertama kali pada tanggal
4 Februari 2004 oleh Mark
Zuckerberg (23), seorang
programer komputer
yang handal sebagai
media untuk saling
mengenal bagi para
mahasiswa Harvard.
Waktu itu ia juga sedang
mengambil mata kuliah
psikologi di Harvard.
Pada awalnya, “Facebook”
bernama “The Facebook”,
nama tersebut diambil dari
nama lembaran dokumen
yang dibagikan kepada
setiap pelajar baru di
harvard yang
menampilkan profil murid
dan karyawan. Dan dalam
waktu 24 jam sejak
peluncurannya, 1.200
pelajar Harvard langsung
bergabung. Satu bulan
kemudian, lebih dari
separuh pelajar di sana
sudah mendata profilenya.
Bulan berikutnya, jaringan
tersebut kemudian dengan
cepat meluas ke sekolah
lain di wilayah Boston
(Boston College, Boston
University, MIT, Tufts),
Rochester, Standford,
NYU, Northwestern, dan
semua sekolah yang
termasuk dalam Ivy
League. Dalam waktu
kurun dari empat bulan,
30 kampus telah
tergabung dalam jaringan
tersebut.
Situs yang beralamat di
thefacebook.com tersebut
kemudian berubah nama
menjadi facebook.com
pada bulan Agustus 2005.
Nama facebook.com
tersebut dibeli dengan
harga $200.000 ( Dua
miliar rupiah, kalau dolar
seharga Rp. 10.000,-) dari
Aboutface Corporatio.
Pada September 2005,
Facebook kemudian
membuka jaringannya
untuk para siswa SMU,
jadi tidak hanya
mahasiswa saja.
Kemudian disusul untuk
pekerja kantoran dan pada
akhirnya bulan September
2006, Facebook membuka
pendaftaran untuk siapa
saja yang memiliki alamat
email.
Facebook vs Friendster
Di Indonesia, mungkin
Facebook tidak sepopuler
Friendster. Tetapi lambat
laun banyak yang
memprakirakan Facebook
akan mengalahkan
Friendster. Ranking di
Alexa.com pun
membuktikan Facebook
jauh menandingin
Friendster. Pada tahun
2007, terdapat
penambahan 200 ribu
akun baru perharinya
Lebih dari 25 juta
pengguna aktif
menggunakan facebook
setiap harinya. Dan rata-
rata pengguna
menghabiskan waktu
minimal sekitar 19 menit
perhari untuk melakukan
berbagai aktifitas di
Facebook.
Yang membuat facebook
menarik adalah ia dapat
mencarikan teman yang
mirip dengan profile kita.
Kadang teman-teman
lama bisa muncul dalam
halaman facebook tanpa
perlu kita cari. Yang
penting informasi yang
kita berikan lengkap,
misalkan kuliah di mana,
angkatan berapa, hobby,
pekerjaan, lokasi tempat
tinggal dan sebagainya.
Dengan begitu dalam
sekejab seseorang dapat
menemukan teman-
teman lama plus teman-
teman baru sesuai dengan
profile yang sudah diisi di
facebook. Dan ini
kemudian banyak ditiru
oleh situs jejaring sosial
lainnya seperti Friendster
dan MySpace.
Facebook juga
bekerjasama dengan
perusahaan-perusahaan
lain dalam
mengembangkan dan
memperbanyak fitur-fitur
di facebook. Tentunya
kerjasama ini saling
menguntungkan,
perusahan-perusahaan
tersebut akan juga dapat
penghasilan tambahan.
Dengan menggandeng
raksasa komputer, Apple
Inc., mempromosikan
iTunes. Jadi setiap
minggu, iTunes akan
mengirimkan 25 contoh
lagu secara gratis kepada
pengguna Facebook yang
menjadi anggota Apple
Student Group.
Disusul juga dengan fitur-
fitur baru seperti blogging,
memberikan tagging,
memasukkan gambar,
mengimpor blog dari situs
Xanga, LiveJournal,
Blogger, dan situs
blogging lainnya. Berkat
fitur baru tersebut,
pembaca bisa
memberikan komentar
terhadap tulisan yang
dimuat pengguna
Facebook.
Perkembangan Facebook
Untuk mengembangkan
facebook lebih lanjut,
Zuckerberg tidak bisa
bekerja sendiri. Ia
kemudian meminta
bantuan dua temannya
(Dustin Moskovitz dan
Chris Hugh ) untuk
membantu
mengembangkan
Facebook. Mereka
kemudian memutuskan
untuk pindah ke Palo Alto
(California) dan menyewa
apartemen di sana pada
liburan musim panas
2004. Setelah beberapa
minggu, ia berhasil
bertemu dengan Sean
Parker (cofounder
Napster) untuk
bekerjasama
mengembangkan
Facebook. Kemudian
disusul Peter Thiel
(cofounder Paypal) masuk
sebagai investor pertama
sebesar 500 ribu US Dolar
untuk mengembangkan
Facebook. Untuk diketahui
juga bahwa Peter Thiel
seorang programmer, jadi
mungkin saja karena
mereka sesama
programmer dapat
dengan mudah menjalin
kerjasama.
Karena kepopuleran
Facebook dan jumlah
member yang terus
melonjak, pada
pertengahan 2004
Friendster mengajukan
tawaran kepada
Zuckerberg untuk
membeli situs Facebook
seharga 10 juta US Dollar,
tetapi ditolak. Begitu juga
dengan nasib penawaran
lain seperti Viacom (750
juta US Dollar) dan Yahoo
(1 Milyar US Dollar)
semuanya ditolak.
Zuckerberg sepertinya
dapat melihat masa depan
Facebook sehingga tak
lama kemudian sokongan
dana sebesar 12.7 juta US
Dollar masuk dari Accel
Partners disusul dengan
para investor lainnya
untuk mengalirkan dana
dalam mengembangkan
Facebook.
Kesimpulan
Teknologi Informasi sekali
lagi menunjukkan
keajaibannya. Dimulai dari
tahun 2004, dalam waktu
3 tahun Zurkerberg
menjadi milyuner muda
dan terkaya di dunia
sepanjang sejarah yang
menghasilkan kekayaan
sepenuhnya dari usaha
sendiri. Itu juga yang
terjadi dengan Google dan
YouTube.
Dan untuk diketahui
bahwa mereka memang
mempunyai kemampuan
bisnis yang luar biasa. Dan
bisnis bukan selalu diukur
dengan uang yang selama
ini kita pahami. Seorang
pebisnis mempunyai visi
yang luas dan jauh ke
depan. Kebetulan
Zurkerberg adalah
seorang programmer
yang mempunyai visi
yang luas, walaupun
banyak yang
menawarinya modal tetapi
ia menolaknya untuk
kemudian menemukan
investor yang tepat.
Programmer yang hanya
mementingkan materi
atau uang saja, ia akan
gampang menyerah bila
menemui kegagalan. Ia
tidak mempunyai
kemampuan untuk
mempertahankan
keyakinannya atau keluar
dari masalah yang
dihadapi.
Peluang pasar di Indonesia
untuk bisnis yang
berhubungan dengan web
sangat banyak bila
seseorang mempunyai
visi yang jauh ke depan.
Indonesia mempunyai
sumber daya alam,
potensi wisata dan budaya
yang luar biasa untuk kita
bisa kembangkan secara
online. Jangan sampai
orang asing
melakukannya untuk kita.
Yuk usaha sendiri dan
mengikuti semangat mas
Zuckerberg.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: