Skip to content

cerita kuingin engkau berbaik sangka

Juni 6, 2011

Seorang kawan bertanya
dengan nada mengeluh.
“Dimana keadilan
ALLAH?”, Ujarnya. “Telah
lama aku memohon dan
meminta padaNya satu hal
saja. Kuiringi semua itu
dengan segala kataatan
padaNya. Kujauhi segala
larangannya, Kutegakkan
yang diprintahkannya.
Aku baca kitabNya. Aku
upayakan sepenuh
kemampuan mengikuti
jejak nabilNya. tapi hingga
kini ALLAH belum
mewujudkan harapanku
itu. Sama sekali.”
Saya menatapnya iba. Lalu
tertunduk sedih.
“Padahal,” lanjutnya
sambil kini berkaca-
kaca.”Ada teman lain yang
aku tahu ibadahnya
berantakan, tak pernah
utuh. dan tak tersentuh.
Akhlaknya kacau balau.
Otaknya kotor. Bicaranya
bocor. tapi begitu dia
berkata bahwa dia
menginginkan sesuatu,
hari berikutnya segalanya
telah tersaji. Semua yang
dia minta didapatkan.
Dimana keadilan ALLAH?”
Rasanya saya punya
banyak kata-kata untuk
manghakiminya. Saya
bisa saja mengatakan
“Kamu sombong. Kamu
bangga diri dengan
ibadahmu. Kamu
menganggap hina orang
lain. Kamu tertipu oleh
kebaikanmu sebagaimana
iblis telah terlena! Jangan
heran kalau doamu tidak
diijabah.
Kesombonganmu telah
menghapus segala
kebaikan. Nilai dirimu
hanya anai-anai
beterbangan. Mungkin
kawan yang kau
rendahkan jauh lebih
tinggi kedudukannya di
sisi ALLAH karena dia
merahasiakan amal
shalihnya!”
Saya bisa mngucapkan itu
semua. Atau banyak
kalimat kebenaran lainnya.
Tapi saya sadar. jalan
terbaik adalah dengan
mengambil hikmah dari
sudut pandang lain yang
saya harap lebih
bermakna baginya
daripada sekedar
menasehatinya tapi
diaterluka😀. Saya
khawatir, luka akan
bertahan jauh lebih lama
daripada kesadarannya.
Maka saya katakan
padanya,
“Pernahkan engkau di
datangi pengamen?”
“Maksudmu?”
“ya, pengamen,” lanjut
saya seiring senyum,
“pernah?”
“iya. Pernah” wajahnya
serius. matanya menatap
saya lekat-lekat.
“Bayangkan jika
pengamennya adalah
seorang yang
berpenampilan seram,
bertato, bertindik, dan
wajahnya garang
mengerikan. Nyanyiannya
lebih mirip teriakan yang
memekakkan telinga.
Suaranya kacau, balau,
parau, sumbang, dan
cemprang.
Lagunya malah
menyakitkan ulu hati,
sama sekali tak dapat
dinikmati. Apa yang akan
kau lakukan?”
“Segera kuberi uang,”
jawabnya, “Agar segera
berhenti menyanyi dan
cepat-cepat pergi.”
“Lalu bagaimana jika
pengamen itu bersuara
emas, mirip sempurna
dengan Ebit G.Ade dan
pasha unggu, yang kau
suka, menyanyi dengan
sopan dan penampilannya
rapi lagi wangi; apa yang
kau lakukan?”
“Kudengarkan, kunikmati
hingga akhir lagu,” dia
menjawab sambil
memejamkan mata,
mungkin membayangkan
kemerduan yang
dicanduinya itu.“Lalu
kuminta dia menyanyikan
lagu yang lain lagi.
Tambah lagi. dan lagi”
Saya tertawa.
Dia tertawa.
“Kau mengerti kan?” tanya
saya.
“Bisa saja ALLAH juga
berlaku begitu pada kita,
para hambaNya. JIka ada
manusia yang fasik, keji,
mungkar, banyak dosa,
dan dibenciNya berdoa
memohon padaNya,
mungkin akan Dia
firmankan pada malaikat :
Cepat berikan apa yang dia
minta. Aku muak
mendengar ocehannya.
Aku benci menyimak
suaranya. Aku risih
mendengar pintanya!”
“Tapi,” saya melanjutkan
sambil memastikan dia
mencerna setiap kata,
“Bila yang menadahkan
tangan adalah hamba
yang dicintaiNya, yang
menjalankan perintahnya
dan menjauhi
larangannya; maka
mungkin saja ALLAH akan
berfirman pada
malaikatNya :
Tunggu! Tunda dulu apa
yang menjadi hajatnya.
Sungguh Aku bahagia bila
diminta. Dan biarlah
hambaKu ini terus
meminta, terus berdoa,
terus menghiba. Aku
menyukai doa-doanya.
Aku menyukai kata-kata
dan tangis isaknya. Aku
menyukai khusyuk dan
tunduknya. Aku menyukai
puja dan puji yang
dilantunkannya. Aku tak
ingin dia menjauh dariKu
setelah mendapat apa
yang dia pinta. Aku
mencintai-Nya.”
“Oh ya?” matanya
berbinar. “Betul
demikiankah yang terjadi
padaku?”
“Hm… Pastinya aku tak
tahu,” jawab saya sambil
tersenyum.
dia terkejut. segera saya
sambung sambil
menepuk pundak-nya,
“aku hanya ingin kau
berbaik sangka.”
Dan dia tersenyum..
—————————————————————————————————————————
Ada banyak hal yang tak
pernah kita minta
tapi ALLAH tiada alpa
menyediakan untuk kita
seperti nafas sejuk, air
segar, hangat mentari,
dan kicau burung yang
mendamai hati
jika demikian, atas doa-
doa yang kita panjatkan
bersiaplah untuk diijabah
lebih dari apa yang kita
mohonkan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: