Skip to content

cerita asal usul desa beringin

Juni 6, 2011

Desa Bringin adalah salah
satu desa dalam wilayah
kecamatan Ciwaringin,
kabupaten daerah tingka II
Cirebon Luas wilayah desa
Bringin 226,478 Ha.
Dengan mata pencaharian
penduduk mayoritas
petani, dan beragama
Islam.
Konon, setelah perang
kedongdong berakhir, 40
orang Ki Gede yang ikut
berperang akan kembali ke
tempat asal masing-
masing. Dalam perjalanan
pulang mereka
beristirahat. Mereka
bernaung di bawah pohon
bringin yang rindang, dan
karena kelelahan mereka
tertidur dengan lelapnya.
Ketika mereka bangun,
ada aura tanpa ujud yang
mengatakan bahwa orang
yang datang ke tempat itu
disebut Ki Gede Bringin.
Orang yang pertama
datang adalah Ki Gede
Srangin di kenal dengan
sebutan Ki Gede Bringin.
Setelah bangun dari
tempat tidur itu, ke empat
puluh Ki Gede merasa
haus dan ingin minum.
Mereka akan mencari air
untuk minum namun di
cegah oleh Ki Gede
Srangin, kemudian ki Gede
Serangin menancapkan
golok jimatnya yang
bernama bandawasa ke
tanah. Dari tancapan golok
bandawasa, tanah itu
keluar air. Mereka minum
untuk menghilangkan
dahaganya. Tempat keluar
air itu akhirnya menjadi
sebuah sumur yang
disebut “sumur kedokan
wungu”
– Kedokan artinya telaga
– Wungu artinya
bangunan (tangi– Bhs.
Jawa), yaitu para Ki Gede
bangun dari tidurnya.
Sumur kedokan wungu
terletak di sebelah utara
desa bringin yang
sekarang, ± 100 meter, di
dalam sumur tersebut
dulunya terdapat belut
putih, ikan gabus pitak,
ikan lele yang hanya ada
kepalanya dan duri serta
ekornya saja (tanpa ada
dagingnya), dan kadang-
kadang muncul bulus
putih yang katanya bulus
itu berasal dari Telaga
Remis Cikaran.
Ke empat puluh Ki Gede,
yaitu Ki Gede Srangin
beserta kawan-kawannya
pergi ke Kedongdong
untuk membuat batas
tanah. Batas tanah
tersebut akhirnya disebut
Rajeg Kedongdong, yang
sekarang membatasi
wilayah Kabupaten
Cirebon, Kabupaten
Majalengka, dan
Kabupaten Indramayu.
Setelah itu Ki Gede Bringin
mengubur jimatnya yang
bernama golok
Bandawasa di
Kedongdong, tempat
tersebut sekarang disebut
Ki Buyut Bandawasa.
Kemudian ki Gede Srangin
kembali ke tempat Sumur
Kedokan Wungu dan
disana membangun
padukuhan. Padukuhan itu
sekarang adalah Desa
Bringin.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: